STKS Menelisik Kebijakan Anggaran di Kabupaten Samosir

Rabu (20 Mey 2016), Serikat Tani Kabupaten Samosir  STKS) melakukan bedah APBD tahun 2016 di Sopo KSPPM (Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat).  Acara yang dilakukan setiap tahun ini merupakan salah satu wujud partisipasi rakyat dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah.

 

Ucapan Terimakasih

Siang tadi kami sudah menerima salinan putusan perkara Nomor 229/Pid.B/2015/PN Balige, untuk terdakwa atas nama Sanmas Sitorus, ketua masyarakat adat Lumban Sitorus, yang diadukan oleh salah seorang karyawan PT Toba Pulp Lestari (TPL) dengan tuduhan melakukan penganiayaan pada Hari Selasa, 14 Juli 2015... baca keseluruhan...>>>

 

Sammas Sitorus Berharap Keadilan di PN balige

Dengan menggunakan safari warna hijau tua, Sammas Sitorus, Ketua Persatuan Masyarakat Adat Lumban Sitorus, didampingi tim penasehat hukumnya, Senin, 16 November 2015, menghadiri sidang ke lima di Pengadilan Negeri (PN) Balige.   Sidang kali ini untuk mendengarkan keterangan empat orang saksi korban.


Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aprianto Naibaho, SH, menghadirkan Mangoloi Pardede (44), Hotner Tampubolon (47), Frengki Tongam Hutagaol (33) dan Viktor Tampubolon (34). Keempatnya adalah karyawan di PT Toba Pulp Lestari (TPL). Sebelum dimintai kesaksiannya, Hakim mengambil sumpah keempat saksi  tersebut...baca keseluruhan...>>>

 

 

Debat Kandidat Bupati Humbang Hasundutan

“Mencari Pemimpin yang Berpihak kepada Masyarakat Adat”


Senin, 9 November 2015, Masyarakat adat Pandumaan Sipituhuta, menyelenggarakan Debat Kandidat Bupati Humbang Hasundutan, di halaman bekas SD Negeri Pandumaan.

Acara diawali dengan kata sambutan dan penjelasan singkat kegiatan oleh Ketua Masyarakat Adat, James Sinambela. Adapun tujuan acara ini adalah membantu masyarakat mendengar dan mengenal lebih dalam para calon bupati/wakil bupati khususnya menyangkut komitmen mereka terhadap penyelesaian kasus-kasus masyarakat adat di Humbang Hasundutan secara umum dan Pandumaan-Sipituhut secara khusus. Sehingga masyarakat tidak salah memilih pemimpin pada pilkada Desember 2015 nanti. Baca Keseluruhan...>>>


6 Agustus 2015

Lagi-lagi TPL Kriminalisasi Warga


“Saya jujur, di hadapan para orang tua di sini, saya jujur mengatakan bahwa saya tidak ada melakukan pemukulan terhadap karyawan TPL. Kalaupun saya di penjara karena dituduh menganiaya, padahal saya tidak melakukannya, apa boleh buat. Itu sudah resiko perjuangan. Sebab TPL punya uang dan mampu membayar siapa pun. Tetapi pesan saya, kita harus tetap semangat melanjutkan perjuangan ini”

 

Demikian sepenggal pernyataan Sammas Sitorus pada diskusi kami tadi (Rabu malam, 5 Agustus 2015) di salah satu rumah warga di Lumban Sitorus. Diskusi malam ini dihadiri 50-an warga, yakni para natua-tua ni huta (tetua kampung) dan kepala desa. ...Baca Keseluruhan >>>

 

 

16 April 2015

Setelah 30 Tahun Diperdaya


“BAGAIMANA syarat-syarat yang harus kami penuhi agar kami bisa didampingi KSPPM, apakah kami harus mengajukan surat permohonan atau pendaftaran?” tanya mereka mengawali pembicaraan di KSPPM, 24 Pebruari 2015. Mereka adalah utusan warga yang berasal dari Desa Lumban Sitorus, salah satu desa di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Tobasa yang saat ini sedang berjuang menuntut pengembalian tanah adat mereka yang sudah 30-an tahun dipakai PT Toba Pulp Lestari (TPL).

 

Ada sesuatu yang berkecamuk dalam dada mendengar penuturan kelima belas bapak ini. Di mana warga Lumban Sitorus sejak tahun 1986 sudah melakukan berbagai upaya untuk penyelesaian kasus tanah adat mereka. Namun hingga kini, berbagai upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kepada mereka saya jelaskan bahwa untuk didampingi KSPPM tidak memerlukan syarat-syarat dan pendaftaran. Bukankah sebelum bapak-bapak hadir di sini, kami (KSPPM) sudah hadir di kampung untuk mendampingi warga? Mereka membenarkan, namun menurut mereka akan lebih baik kalau mereka secara resmi menyampaikan hal ini ke KSPPM bahwa warga Lumban Sitorus merupakan dampingan KSPPM. ...Baca Keseluruhan >>>

 

 



 

 

 

 

12 September 2014 

Temuan-Temuan Awal Dengar Keterangan Umum Inkuiri Nasional Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Wilayahnya d ikawasan Hutan Indonesia wilayah Sumatera

 

10 September 2014

Kebijakan Negara yang berdampak hilangnya tanah kelola Masyarakat Adat Desa Pandumaan dan Desa Sipituhuta di Sumatera Utara dan Desa Margo Semende Nasal di Bengkulu

 

14 Agustus 2014

AMDAL PT GDS Ditangguhkan

 

4 April 2013

Hutan Tele "Primadona" Pengusaha Kayu

 

4 Maret 2013

Pesan Juang dari Balik Jeruji

 

1 Maret 2013

Ketika Moncong Senjata Menjadi Cara Penyelesaian Konflik


 27 Februari 2013

Kronologi Penangkapan warga Pandumaan dan Sipituhuta


16 November 2012

Habis Takut Muncul Berani

 

13 Oktober 2012

Berani Mati Demi Hidup: Kisah Paska Bentrok Warga Pandumaan - Sipituhuta dengan TPL dan Aparat

 

12 Oktober 2012

Kronologis Kasus Warta Pandumaan - Sipituhuta VS TPL: Penyelesaian Sengketa Berkepanjangan, Warga Bentrok dengan TPL dan Aparat

 

12 November 2012

Menabur Uang, Menebar Konflik, Menyuburkan Korupsi

 

10 Oktober 2012

Akibat Penyelesaian Sengketa yang Berkepanjangan: Warga Pandumaan-Sipituhuta Bentrok dengan TPL dan Aparat, Desa pun Mencekam


10 Oktober 2012

Security TPL Diserahkan Ke Camat dan Polsek

 

6 oktober 2012

Laporan: Pelanggaran Hak Masyarakat Adat desa Pandumaan dan Sipituhuta, Kecamatan Pollung, Kab. Humbahas VS PT Toba Pulp Lestari (TPL)

 

 

Laporan: Perampasan Tanah Adat Bius Lottung Sinaga Situmorang 15 Turpuk oleh Pemerintah Kabupaten Dairi

 

20 juli 2012 

Lebih Baik Dihuni Harimau Ketimbang Diserahkan ke PT GAP

 

6 Mei 2012

Masyarakat Sibisa Tuntut Pengembalian Tanah kepada Dinas Kehutanan Tobasa

 

21 Februari 2012

Dari Penghijauan, Reboisasi ke Program Pengkayaan Hutan

 

15 Februari 2012

Semerbak Wangi Bunga "Korea" Versus Aroma khas Hutan Lintong Batu Napal (Hariara Pintu)

 

 

 

-->