Security TPL Diserahkan ke Camat dan Polsek

oleh Suryati Simanjuntak

 

 

pada 10 Oktober 2012 pukul 19:18 ·

SETELAH sepanjang hari, 9 Oktober 2012, warga siaga di kampung menunggu kehadiran aparat kepolisian, yang menurut Kapolres (per telepon) akan melakukan penangkapan (jemput paksa) terhadap 8 warga, ternyata pihak kepolisian tidak jadi datang, warga pun melakukan rapat. Disepakati, akan melakukan penjagaan lahan Tombak Haminjon (hutan kemenyan) secara bergiliran. Sebab, pihak TPL tetap melakukan aktifitas di lahan, dan hal itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, tetapi menurut warga tidak ada tindakan dari pihak kepolisian dan pemerintah.

 

Maka Tadi pagi, 10 Oktober 2012, sekitar 50 warga berangkat ke Tombak Haminjon, dan menemukan pekerja TPL sedang melakukan aktifitas di lahan. Warga  pun menangkap 3 pekerja TPL, yang kemudian diketahui sebagai security TPL. Ketiga security TPL tersebut dibawa ke kampung, dan akan diserahkan ke pihak kepolisian sebagai bukti bahwa pihak TPL tetap melakukan aktifitas di lahan warga yang saat ini sedang dalam keadaan sengketa.

 

Sore ini, ribuan warga dua desa akan berangkat mengantar ketiga security TPL tersebut ke pihak kepolisian resor Kabupaten Humbang Hasundutan, namun di jalan keluar dari desa mendapat hambatan dari warga Desa Marade (jalan di plang dengan kayu). Warga Desa Marade selama ini tidak ikut berjuang, bahkan menurut informasi dan sesuai pernyataan Kapolres di kantor Polres pada 3 Oktober yang lalu, warga desa inilah yang meminta TPL melakukan pembukaan jalan di Tombak Haminjon--- ada yang menjual arealnya ke TPL---.. (Konflik ini mulai mengarah atau diarahkan ke konflik horizontal????).

 

Sampai sore tadi, difasilitasi Camat, warga melakukan pendekatan ke warga Desa Marade agar plang jalan dibuka. Karena sudah menjelang malam, akhirnya ketiga security TPL ini diserahkan ke Polsek dan Camat Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.***

 

10 Oktober 2012

KSPPM

Parapat

-->